Posted on

Keindahan Tujuan Wisata Baru Omah Bambu New Selo Boyolali Jawa Tengah

Tempat wisata memang tidak pernah ada habisnya. Pasti setiap tempat setiap tahunnya ada saja tempat wisata baru yang dibuka. Entah itu wisata alam, wisata air, wisata kuliner, wisata pantai, wisata air terjuan, dan masih banyak lagi jenisnya. Oemah Bambu Merapi yang letaknya ada di jalur pendakian Gunung Merapi, New Selo, Boyolali, Jawa Tengah, adalah salah satu tempat wisata alam baru yang sedang terkenal sekarang ini.

Wisata Baru Omah Bambu Merapi Boyolali

Tempat wisata Omah Bambu Merapi Boyolali merupakan sebuah tempat tujuan wisata yang belum lama diresmikan dan dijadikan tempat tujuan wisata tepatnya baru diresmikan pada akhir tahun 2016 lalu. Oemah Bambu Merapi atau dalam bahasa Indonesia berarti Rumah Bambu Selo merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang letaknya ada di kaki gunung Merapi tepatnya di awal jalur pendakian Gunung Merapi yang ada di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Di Omah Bambu Merapi Boyolali anda akan disuguhkan dengan rumah besar berbentuk menara-menara pandang yang terbuat dari kumpul bambu yang dibangun tinggi diatas bukit. Dari sana anda bisa melihat pemandangan alam yang hijau dan menyejukkan dari ketinggian rumah bambu tersebut. di sana anda juga bisa sekaligus berfoto-foto karena setiap bangunan memiliki design yang unik dan berbeda-beda. Jadi design menara tersebut berbeda-beda mirip seperti rumah-rumah adat yang lengkap dengan lorong, menara pandang, balkon, dan tempat duduknya. Ada yang seperti tempat berteduh berbentuk segi delapan lengkap dengan atapnya, kemudian ada juga tempat duduk dan tempat nongkrong yang asik lengkap dengan pamandangan alam yang indah dari ketinggian bukit yang disuguhkan untuk anda.

Konstruksi Bangunan Rumah Bambu Merapi

Dulu saat pertama kali di buka pada bulan Agustus 2016 tahun lalu, Rumah Bambu Selo tersebut baru dibangun 2 buah bangunan menara, namun sekarang sudah diperbaharui dan semakin dilengkapi dengan ditambahnya bangunan menara tersebut mejadi lebih dari 15 spot foto dari menara pandang, lorong sampai balkon yang semuanya dibangun dari kumpulan bambu-bambu di lereng gunung Merapi dengan ketinggian sekitar 1.700 mdpl.

Bangunan tersebut semuanya memang terbuat dari bambu yaitu bambu jenis Bambu Petung dan Bambu Apus yang dipasok dari wilayah Mekoro, Ampel. Pembangunannya sendiri juga dilakukan oleh para anggota Sukarelawan Barameru Merapi yaitu oleh Bakat, Setiawan, Jiyo dan Gimar. Mereka juga mengatakan bahwa dari sisi kekuatan konstruksi, Oemah Bambu Merapi mampu menampung 80 hingga 100 orang karena setiap bambu sudah diawetkan dengan suntikan obat pengawet agar bambu tidak mudah dimakan rayap.

Saat ini, Rumah Bambu Merapi sudah rata-rata dikunjungi oleh 80 pengunjung perharinya. Sedangkan jika musim liburan tiba, tempat tersebut bisa dikunjungi oleh hampir 500 pengunjung. Banyak pengunjung yang datang ke tempat tersebut dan kemudian mengabadikan moment-moment mereka di sana dengan kamera dan berfoto-foto. Terutama di spot-spot foto yang ada dan sudah di bangun di tempat tersebut.

Akses dan Fasilitas yang Ada di Omah Bambu New Selo Boyolali

Jika anda tertarik untuk berkunjung ke Omah Bambu Merapi Boyolali, maka anda bisa pergi ke kawasan Gunung Berapi di Belakang New Selo, Dukuh Plalangan, Desa Lencoh yang ada di Kecamatan New Selo, Boyolali, Jawa tengah. Dari sana anda bisa menemukan bangunan berupa rumah-rumah atau gardu pandang yang berada di sebuah lahan seluas 2000 meter persegi yang semuanya dibangun dengan menggunakan bambu. Di dekat tempat wisata tersebut juga sudah dibangun beberapa gazebo yang masing-masing berukuran 3×3 meter, dan juga satu gazebo di aula. Kemudian di antara bangunan gazebo tersebut juga dibangun dua gardu pandang setinggi 10 dan 8 meter.

Di saat cuaca sedang cerah, dari gardu pandang di Rumah Bambu Selo tersebut anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan tujuh gunung yang indah dan sangat mempesona. Gunung-gunung tersebut antara lain adalah gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, Karanganyar, Telomoyo, dan bahkan puncak gunung Slamet juga bisa terlihat.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Omah Bambu New Selo Boyolali, anda hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp.10.000,- perorang. Setelah itu anda bisa bebas berfoto-foto dan menikmati setiap keindahan panorama di sekitar kaki Gunung Merapi. Pihak pengelola rumah bambu tersebut juga menyebutkan bahwa pagi hari dan sore hari adalah saat paling bagus untuk melihat pemandangan yang ada di sekitar kaki gunung merapi. Selain bisa melihat pemandangan matahari terbit dan matahari tenggelam, dari sana anda juga bisa melihat beberapa puncak gunung yang cantik dan hijau kebiruan jika diliat dari kejauhan. Dan yang lebih mengembirakan,tempat wisata tersebut buka selama 24 jam.

Banyak spot-spot foto bagus yang tersedia di bangunan Rumah Bambu Selo tersebut, tapi terkadang anda harus mengantri untuk bisa berfoto jika pengunjung yang sedang berkunjung ke sana sedang ramai. Untuk masalah keamanan anda juga tidak perlu khawatir karena bambu-bambu yang dirangkai dan digunakan untuk membangun bangunan-bangunan tersebut merupakan bambu tua yang kuat untuk digunakan bertahun-tahun. Diantara menaranyapun sudah dilengkapi fasilitas keamanan lain yaitu sudah dipasang jaring sebagai pengaman jika tiba-tiba ada pengunjung yang terjatuh.

Namun tentunya bagi mereka yang takut dengan ketinggian, destinasi wisata Omah Bambu New Selo Boyolali akan sangat tampak menakutkan karena memang dibangun di ketinggian dataran tinggi. Tapi jangan khawatir, karena bagi anda yang takut dengan ketinggian, anda masih bisa berfoto-foto di bagian bawah dengan latar belakang perkebunan, terowongan bambu, jembatan bambu, batu love dan lain-lain. Jadi bagi anda yang tertarik, sebaiknya anda sempatkan waktu anda untuk berkunjung ke tempat wisata baru yang satu ini.

Posted on

Agrowisata Hutan Bambu Jadi Andalan Baru Masyarakat Desa Wisata Penglipuran

Masyarakat Penglipuran adalah masyarakat yang sangat teguh memegang adat istiadat, menjadikan Desa Penglipuran sebagai objek desa wisata yang sangat dikenal oleh masyarakat lokal hingga manca negara bahkan menempati urutan kedua sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi setelah Penelokan.

Tak hanya mengandalkan dari kekhasan budaya-budaya untuk menarik wisatawan, masyarakat dan juga pemerintah setempat serius menggarap sektor Agrowisata hutan bambu sebagai andalan baru untuk menopang perekonomian warga. Bahkan mulai gencar dipromosikan sebagai objek wisata baru.

Hutan bambu yang letaknya tidak jauh dari desa wisata Penglipuran merupakan hutan konservasi yang memiliki berbagi jenis tanaman pohon bambu.

Memiliki luas areal hutan bambu seluas 75 hektar dengan akses jalan setapak sebagai jalan utama penghubung Desa Penglipuran ke Desa sekitarnya. Jalan setapak yang sudah beraspal, juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk membawa hasil tebangan pohon bambu.

Hutan Bambu Penglipuran

Uniknya mengunjungi hutan bambu Penglipuran ini Anda juga sebenarnya belajar bagaimana masyarakat Desa Penglipuran menjaga kelestarian alam, mereka juga menjaga keharmonisan serta keselarasan dengan alam. Jangan harap dengan mudah menebang pohon bambu secara sembarangan dikawasan ini, Untuk menebang pohon bambu harus memperoleh izin dari tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan ini merupakan contoh bagi kearifan lokal.

Memasuki area hutan bambu Penglipuran ini tidak dipungut biaya, sudah termasuk biaya sebesar Rp.10.000,- yang dikenakan saat memasuki Desa Wisata Penglipuran.

Menjadikan hutan bambu Penglipuran sebagai tujuan Agrowisata memang tepat, setelah puas dan kelelahan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan bambu, Anda jangan khawatir akan kekurangan bekal. Masuk ke Desa Wisata, disana tersedia beberapa restoran dan warung makan yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Foto :
https://2.bp.blogspot.com/-6cHRPX8M7Ug/WHupxmeSimI/AAAAAAAAYJU/Gi4J9LA9OjQrFpkpX1lkM7zsats2-Hp1wCLcB/s1600/Bamboo%2Bforest%2Bin%2Bbangli.jpg

Posted on

Kampung Bambu Klatakan, Desa Wisata Setelah Candi Borobudur

Menjadikan Candi Borobudur sebagai tujuan wisata, tak lengkap jika belum mengunjungi Kampung Bambu Klatakan, sebuah Desa wisata berbasis alam pedesaan Bojong yang sampai saat ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh masyarakat Desa Bojong bekerjasama dengan PT. TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan) menjadi destinasi wisata baru.

Ada banyak hal yang dapat Anda pelajari di kampung bambu klatakan nantinya, tidak hanya sekedar berwisata biasa, tapi lebih jauh Anda akan belajar juga mengenai alam, seni dan budaya serta konservasi bambu.

Dari informasi masyarakat setempat, tempat ini dulunya sangat tidak terawat dengan baik dan status lahan hutan bambu merupakan kepemilikan warga. Warga hanya memanfaatkan bambu untuk keperluan bangunan rumah dan pagar saja. Atas inisiasi warga yang mendapat dukungan dari PT. TWCB, kemudian ditatakelola secara baik, sehingga terlihat bersih dan tertata dengan baik.

#KampungBambuKlatakan

A post shared by 'Bambune.com (@bambusouvenir) on

Dilihat dari setiap sudutnya, Hutan Bambu Klatakan ternyata juga telah difasilitasi dengan kursi bambu yang dapat digunakan sebagai tempat santai beristirahat sembari menikmati kesejukan, ketenangan dan keasrian hutan bambu.

Tak hanya sebatas hutan bambu saja yang dapat Anda nikmati di sini, masyarakat setempat juga menjajakan aneka makanan khas Desa Bojong diantaranya ada bubur sayur, jenang, kluban dengan nasi jagung, lemper hingga minuman dari air nira, masyarakat setempat mengenalnya sebagai badeg yang dapat Anda nikmati.

Nah bikin penasaran bukan? mengunjungi tempat satu ini sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu, tempatnya tidak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur, hanya berjarak sekitar 5 KM. Dapat Anda tempuh menggunakan jasa layanan Ojek, Delman ataupun Mobil. Diteruskan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang melewati perkebunan warga untuk mencapai lokasi Hutan Bambu.

Posted on

Hutan Bambu Surabaya, Tawarkan Kesejukan Alam dan Spot Selfie Menarik

Hutan Bambu Surabaya namannya, hutan yang berupa rimbunan pohon bambu ini berada di Keputih Sukolilo, kota Surabaya. Menawarkan nuansa kesejukan alam bagi pengunjungnya dan tempat yang menarik untuk mengisi waktu luang bersama keluarga untuk sekedar berjalan-jalan santai sekaligus berselfie ria.

Menempati arena lahan seluas kurang lebih 100 x 15 meter persegi, hutan bambu terbagi menjadi dua sisi oleh jalan raya. Satu sebelah sisi utara dan satu lagi sebelah sisi selatan yang sekaligus menjadi satu dengan taman sakura, dahulu dikenal dengan taman Harmoni.

Tempat ini dulunya merupakan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah, kemudian oleh Pemkot Surabaya dialihfungsikan menjadi lahan hijau berupa hutan bambu dan taman Sakura.

Dari informasi masyarakat sekitar, sejak tempat ini terbuka untuk umum, hutan bambu Surabaya sangat ramai sekali dikunjungi warga terutama pada akhir pekan dan pada waktu moment pemotretan pre-wedding.

#HutanBambuSurabaya

A post shared by 'Bambusouvenir.com (@bambusouvenir) on

Nah bagi Anda warga Surabaya khususnya dan warga luar Surabaya pada umumnya yang belum pernah mengunjungi tempat ini, Anda patut mengunjungi tempat ini untuk dijadikan destinasi wisata alam baru di kota Surabaya.

Selain baru, Anda tidak akan dipungut biaya untuk memasuki tempat ini alias gratis. Anda hanya akan mengeluarkan uang untuk jasa parkir saja, sepeda motor sebesar Rp.2.000,- dan mobil sebesar Rp.5.000,-

Untuk mencapainya tidaklah sulit, terminal Keputih dapat Anda jadikan sebagai patokan. Lokasi hutan bambu berada seberang taman Sakura yang berada dibelakang terminal keputih. Tepatnya Jl. Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Posted on

Replika Menara Eiffel, Bukti Nyata Karya Unik Dari Bambu

Replika menara Eiffel dari Bambu setinggi 35 meter ini berada di Tasikmalaya, dibangun pada awal 2016 oleh sejumlah seniman yang bermaksud menghidupkan pariwisata kota dengan merekontruksi kembali replika menara Eiffel yang pernah dibangun oleh AH Van Bebber di tahun 1898 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Sadar ini akan menjadi sebuah karya unik yang menarik para wisatawan, maka konstruksi bangunan dirancang sangat kokoh, tidak seperti pada saat itu dimana usia replika menara Eiffel karya Van Bebber tidak mampu bertahan lama. Roboh akibat terpaan angin dan hujan satu bulan pasca pembangunannya.

Replika menara Eiffel dari bambu yang sekarang ini didirikan tepat di pintu masuk komplek perkantoran Setda Tasikmalaya Desa Suka Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Diperkirakan menghabiskan sekitar 1.000 batang bambu jenis Betung untuk menjadikannya sebuah bangunan menara Eiffel dan tidak diketahui secara pasti berapa lama waktu pengerjaannya.

Rencananya karya unik dari bambu ini akan didaftarkan ke Musium Rekor Indonesia (MURI) dan Guinness Book of Record sebagai replika menara Eiffel berbahan bambu tertinggi di dunia.

Bagaimana, menarik bukan? ditangan seniman-seniman kreatif bambu ini disulap menjadi karya unik dari bambu yang menjadi ikon khas dan kebanggaan warga Tasikmalaya.

Karya unik dari bambu ini juga menyedot perhatian warga Tasikmalaya, tak sedikit yang penasaran ingin melihat dan sekadar melakukan foto selfie di menara Eiffel tersebut.

Youtube Channel :

Rian Bungsu : https://www.youtube.com/watch?v=WD9TEsN-OPca

Posted on

Tanam Bambu, Solusi Jitu Mengatasi Banjir

Hampir dapat dipastikan setiap satu tahun sekali Indonesia kerap menjadi langganan banjir, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari normalisasi sungai, penanaman pohon hingga betonisasi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Menurut Enny Sudarmonowati dari LIPI, menanam bambu merupakan solusi jitu untuk mengatasi banjir.

Akar serabut bambu mampu menstabilkan tanah dan menanggulangi erosi akan cocok untuk memperbaiki kondisi hulu dan sempadan sungai yang saat ini telah banyak mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Selain itu, penanaman bambu dapat mengkonversi air serta mencegah hilangnya sumber mata air. Batangnya yang bersifat kapiler dapat menghisap dan menampung air kemudian mengalirkannya ke bawah dan menimbulkan mata air disaat musim kemarau melanda. Dan dalam waktu jangka panjang, kelangsungan air pun dapat terjaga.

Sebaiknya bambu tidak ditanam disembarangan tempat, mengingat bambu adalah tanaman tahan banting, yang pertumbuhannya perlu dikendalikan. Daerah aliran sungai (DAS) adalah pilihan areal tanam yang tepat sebagai daerah resapan untuk pencegahan banjir.

Mengapa di areal DAS?, bambu tidak akan mati oleh gerusan air bandang apalagi herbisida ataupun karena kebakaran. Bambu adalah tanaman berumur panjang yang ditopang oleh semua akar dan rimpangnya, jika akar dan rimpangnya masih tersisa, tunasnya akan tumbuh kembali.

Posted on

Jembatan Bambu, Akses ke Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Ingin menikmati wisata kota Surabaya dengan suasana tenang bernuansa alam, ekowisata hutan mangrove Wonorejo layak untuk Anda kunjungi bersama keluarga.

Untuk mencapai lokasi Ekowisata Mangrove Wonorejo, dapat ditempuh melalui perjalanan air selama 15 menit dengan menggunakan perahu dari dermaga Ekowisata Mangrove Wonorejo. Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp.25.000,- pergi pulang untuk tarif orang dewasa dan Rp.15.000,- untuk tarif anak-anak.

Selama menyusuri aliran sungai menuju ke lokasi hutan mangrove, Anda akan disuguhi pemandangan alam berupa keberadaan hewan liar dan burung-burung yang hinggap di pohon kanan kiri sungai.

Dan setibanya dilokasi, Anda dapat memulai eksplorasi kawasan hutan mangrove dengan akses utama menggunakan jembatan yang terbuat dari anyaman bambu selebar 2 meter yang berdiri di atas air sebagai titian penembus lebatnya hutan bakau.

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Jembatan bambu ini merupakan penghubung utama menuju Gazebo Polwiltabes Surabaya dan Gazebo Pertamina. Bangunan yang terbuat dari bambu yang akan menjadi tujuan utama dan akhir di penghujung titian jembatan bambu.

Bagi pecinta selfie, sepanjang jembatan bambu menuju dua gazebo utama dibagian penghujung jembatan ini, merupakan tempat favorit untuk mengabadikan momen foto spesial yang jangan sampai Anda lewatkan.

Menarik bukan? untuk ukuran kota Surabaya yang padat aktifitas dan padat pemukiman namun masih memiliki potensi alam yang bisa dieksplorasi. Nah bagi yang ingin berwisata ke Ekowisata Mangrove Wonorejo silahkan mengunjungi alamat ini, Jl. Bozem Wonorejo, Wonorejo, Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur 60296. No. Telepon Manajemen yang dapat dihubungi adalah (031) 8796880.

Foto :

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/03/Hutan-Mangrove-Wonorejo.jpg

Posted on

Cara Sederhana Membuat Kerajinan Tempat Pensil Bambu Untuk Anak Sekolah

Dalam mata pelajaran Pendidikan Seni dan Budaya setingkat Sekolah Menengah Pertama biasanya para siswa diberikan satu pembekalan khusus berkaitan dengan keterampilan tangan yaitu membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang tak terpakai. Bahan bebas mau apa saja yang akan digunakan, namun hasil kreatifitas akhir akhir yang akan dinilai.

Nah kali ini bambusouvenir.com akan mengulas bagaimana caranya membuat tempat pensil unik dari bambu motif batik dengan bahan baku utama bambu hitam. Bambu hitam dipilih karena tempat pensil nantinya akan tampak lebih eksotis, natural dan tradisional (mempertahankan warna alami kulit bambu). Sedangkan motif batik bisa memanfaatkan kain perca yang motif batiknya masih utuh.

Untuk mengawalinya, ada baiknya bahan-bahan yang akan dibutuhkan dipersiapkan terlebih dahulu, sebagaimana berikut ini:

#TempatPensilBambu

A post shared by 'Bambusouvenir.com (@bambusouvenir) on

1. Bambu dengan ukuran tinggi 10cm dan diameter 8cm. Salah satu ruas harus utuh untuk alas tempat pensil, jika tanpa ruas boleh ditutup dengan menggunakan triplek yang seukuran lingkaran bambu bagian bawah kemudian rekatkan menggunakan lem kayu (Sejenis Fox).

2. Motif batik yang sudah dipotong sesuai dengan ukuran, usahakan pilih motif batik yang tingi dan lebarnya berkisar antara 4cm sampai dengan 5 cm.

3. Bisban atau goni dengan ukuran tinggi 3 cm. Panjang disesuaikan dengan lingkaran pada bambu bagian bawah dan atas.

4. Lem Fox, gunting, tali agel atau pandan. Khusus untuk tali agel atau pandan biasanya dijual satu gulung, harganya berkisar Rp.35.000,- sampai Rp.60.0000,- dengan ketebalan 2mm. Disarankan beli patungan.

Jika semua bahan-bahan yang akan digunakan sudah siapkan, maka tahap selanjutnya adalah membuat tempat pensil bambu.

Pertama bersihkan dulu seluruh permukaan kulit pada bambu dan pastikan dalam kondisi kering, ini sangat penting karena nantinya akan digunakan untuk merekatkan bisban dan motif kain batik. Kualitas keawetan dan kekuatan rekatan akan dipengaruhi oleh bersih dan keringnya permukaan bambu.

Selanjutnya beri lem secara merata pada permukaan bisban satu sisi saja dan pada bambu bagian bawah dan atas beri secukupnya saja untuk menambah daya rekat. Tunggu beberapa saat kemudian rekatkan bisban tadi pada ujung bagian atas dan bawah dengan ditekan perlahan.

Jika bisban sudah terpasang, bisa dilanjutkan dengan menempelkan kain batik yang sudah diberikan lem secara merata pada satu sisi saja dan jangan lupa beri secukupnya pada bambu untuk menambah daya rekat. Rekatkan kain batik pada permukaan bambu kemudian tekan perlahan sampai dirasa cukup kuat merekat.

Setelah selesai merekatkan kain batik, tahap terakhir ialah menali bisban yang sudah direkatkan sebelumnya sebanyak 3-4 kali lilitan dengan pola simpul canggah. Lihat contoh pola tali pada gambar berikut :

Sampai disini tahapan membuat tempat pensil dari bambu telah selesai. Jika dirasa perlu, boleh tambahkan pelitur pernis untuk menambah kesan mengkilat sekaligus melindungi permukaan kulit bambu.

Sebagai tambahan pengetahuan, berikut kami informasikan spesies bambu hitam/Gigantlocoa Atriviolacea yang digunakan sebagai bahan baku di atas. Usahakan menanam bambu untuk pelestarian lingkungan.

Nama Umum :

Bambu hitam, Pring Wulung (Jawa), Awi Hideung (Sunda), Bambu Betung Hitam (Indonesia).

Klasifikasi :

Kingdon : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobiota (Tumbuhan Pembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliopyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (Berkepingsatu/Monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (Suku rumput-rumputan)
Genus : Gigantochloa
Spesies : Gigantolocoa Atriviolaea Widjaja

Kerabat Dekat

Bambu Apus, bambu Ater, bambu Sorik, bambu Lengka, bambu Gombong, bambu Apo, bambu Abe, bambu Peting, bambu Manggong, bambu Regen, bambu Tiying, bambu Mayan, bambu Dabo.

Tinggi, Diameter dan Warna Batang

Dapat mencapai ketinggian 2 meter (Batang berbulu tipis/halus dan tebal, dinding batang hingga 8mm), diameter mencapai 6-8cm dan jarak buku 40-50cm, warna batang dari hijau-cokelat, cokelat tua-keunguan atau hitam.

Tempat Tumbuh

Tempat tumbuh bambu hitam adalah di tanah tropis dataran rendah, berlembab dengan curah hujan pertahun mencapai 1500-3700mm, dengan kelembaban relatif sekitar 76% dan temperatur 20-32 C dapat pula tumbuh di tanah kering berbatu atau tanah vulkanik merah. Jika ditanam di tanah kering berbatu, warna ungu pada batang akan kelihatan semakin jelas.

Foto :

PIONERING: TIPS DAN TRIK MERANCANG TONGKAT

Posted on

Hutan Bambu Lumajang Tetap Terjaga Asri Berkat Mitos Yang Dipercaya Warga.

Hutan Bambu Lumajang terletak di kawasan konservasi Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang hingga kini kondisinya terawat sangat baik. Air jernih melimpah serta tidak ada flora dan fauna yang rusak karena ulah penjarahan warga setempat.

Kelestariannya tetap terjaga tak lepas dari upaya pencegahan pembabatan bambu dan hutan yang dilakukan oleh KPSA (Kelompok Pelestari Sumber Daya alam) yang diketaui oleh Bapak Herry Gunawan sejak tahun 1979.

Saat ini masuk dalam 10 objek wisata favorit kota Lumajang yang perlu dikunjungi untuk melepas kepenatan dan edukasi.

Masuk kedalam area hutan bambu ini akan terasa sejuk sepanjang hari karena terlindungi oleh rimbunan pohon bambu yang menyeruak seperti terowongan.

Sepanjang jalan menyusuri hutan bambu pengunjung dapat berinteraksi dan memberi makan kera-kera jinak, tak hanya itu pengunjung juga bisa melihat tupai, kalong dan kelelawar yang bergelantungan.

Terlihat sangat elok dan jauh dari kesan angker seperti jika anda mendengarnya.

Beredar kepercayaan di kalangan masyarakat setempat bahwa siapa saja yang mengambil bambu dengan dzalim di kawasan tersebut pasti akan tertimpa balak (musibah) bagi dirinya maupun keluarganya.

Sehingga, hutan bambu hingga kini tetap terjaga dan bisa menghasilkan sumber mata air melimpah yang bermanfaat untuk mengairi ratusan hektar sawah penduduk setempat.

Warga sekitar juga meyakini bahwa dengan menjaga hutan ini akan terhindar dari musibah, maka setiap tahun warga setempat menggelar ritual tolak-balak (Syuoran) sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Youtube :

Domas Wijanarko Channel : https://www.youtube.com/watch?v=5EX0nwlp1do

Posted on

Sepeda Bambu, Manfaat dan Keunikannya Yang Layak Anda Coba

Sepeda merupakan alat transportasi ramah lingkungan yang akhir-akhir ini sangat digemari. Khusus dikota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, bersepeda diakhir pekan merupakan olah raga rutinitas bagi warga setempat. Dan pada hari-hari kerja sepeda terbukti sangat efektif menembus padatnya kemacetan kota.

lazimnya sepeda berbahan material metal ataupun carbon filter, namun baru-baru ini yang lagi ngetrend adalah sepeda berbahan material bambu. Material bambu digunakan sebagai kerangka utama serta masih dikerjakan dengan metode manual kerajinan tangan.

Bambu dinobatkan sebagai icon material ramah lingkungan dan material terbarukan dengan tingkat pertumbuhan cepat. Umur 4 tahun sudah siap digunakan.

Dibandingkan sepeda biasa, sepeda bambu ternyata memiliki manfaat dan keunikannya tersendiri diantaranya :

Sebagai rangka sepeda, bambu memiliki karakteristik ringan dan kuat. Mampu menyerap getaran lebih baik dibandingkan material metal maupun carbon fiber sehingga aman dan nyaman saat dipakai.

Materialnya relatif murah, mudah didapat, dan mudah didaur ulang, proses pembuatannya pun tidak menimbulkan carbon trace yang tinggi seperti pembuatan sepeda biasa. Merupakan solusi hijau seiring dengan pembatasan carbon untuk mencegah pemanasan global.

Solusi atasi kemacetan dan polusi yang cukup tinggi di perkotaan, terutama di Jakarta dan Surabaya. Sehingga dengan mempertimbangkan kondisi geografis, botanis, dan demografis Indonesia mendukung potensi pasar untuk sepeda bambu.

Dan yang terakhir adalah punya nilai karya seni tinggi. Bukan hanya unik tapi jelas fungsi dan manfaatnya. Bisa dipergunakan untuk mengikuti kejuaraan balap sepeda tingkat dunia.