Posted on

Agrowisata Hutan Bambu Jadi Andalan Baru Masyarakat Desa Wisata Penglipuran

Masyarakat Penglipuran adalah masyarakat yang sangat teguh memegang adat istiadat, menjadikan Desa Penglipuran sebagai objek desa wisata yang sangat dikenal oleh masyarakat lokal hingga manca negara bahkan menempati urutan kedua sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi setelah Penelokan.

Tak hanya mengandalkan dari kekhasan budaya-budaya untuk menarik wisatawan, masyarakat dan juga pemerintah setempat serius menggarap sektor Agrowisata hutan bambu sebagai andalan baru untuk menopang perekonomian warga. Bahkan mulai gencar dipromosikan sebagai objek wisata baru.

Hutan bambu yang letaknya tidak jauh dari desa wisata Penglipuran merupakan hutan konservasi yang memiliki berbagi jenis tanaman pohon bambu.

Memiliki luas areal hutan bambu seluas 75 hektar dengan akses jalan setapak sebagai jalan utama penghubung Desa Penglipuran ke Desa sekitarnya. Jalan setapak yang sudah beraspal, juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk membawa hasil tebangan pohon bambu.

Hutan Bambu Penglipuran

Uniknya mengunjungi hutan bambu Penglipuran ini Anda juga sebenarnya belajar bagaimana masyarakat Desa Penglipuran menjaga kelestarian alam, mereka juga menjaga keharmonisan serta keselarasan dengan alam. Jangan harap dengan mudah menebang pohon bambu secara sembarangan dikawasan ini, Untuk menebang pohon bambu harus memperoleh izin dari tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan ini merupakan contoh bagi kearifan lokal.

Memasuki area hutan bambu Penglipuran ini tidak dipungut biaya, sudah termasuk biaya sebesar Rp.10.000,- yang dikenakan saat memasuki Desa Wisata Penglipuran.

Menjadikan hutan bambu Penglipuran sebagai tujuan Agrowisata memang tepat, setelah puas dan kelelahan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan bambu, Anda jangan khawatir akan kekurangan bekal. Masuk ke Desa Wisata, disana tersedia beberapa restoran dan warung makan yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Foto :
https://2.bp.blogspot.com/-6cHRPX8M7Ug/WHupxmeSimI/AAAAAAAAYJU/Gi4J9LA9OjQrFpkpX1lkM7zsats2-Hp1wCLcB/s1600/Bamboo%2Bforest%2Bin%2Bbangli.jpg

Posted on

Hutan Bambu Surabaya, Tawarkan Kesejukan Alam dan Spot Selfie Menarik

Hutan Bambu Surabaya namannya, hutan yang berupa rimbunan pohon bambu ini berada di Keputih Sukolilo, kota Surabaya. Menawarkan nuansa kesejukan alam bagi pengunjungnya dan tempat yang menarik untuk mengisi waktu luang bersama keluarga untuk sekedar berjalan-jalan santai sekaligus berselfie ria.

Menempati arena lahan seluas kurang lebih 100 x 15 meter persegi, hutan bambu terbagi menjadi dua sisi oleh jalan raya. Satu sebelah sisi utara dan satu lagi sebelah sisi selatan yang sekaligus menjadi satu dengan taman sakura, dahulu dikenal dengan taman Harmoni.

Tempat ini dulunya merupakan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah, kemudian oleh Pemkot Surabaya dialihfungsikan menjadi lahan hijau berupa hutan bambu dan taman Sakura.

Dari informasi masyarakat sekitar, sejak tempat ini terbuka untuk umum, hutan bambu Surabaya sangat ramai sekali dikunjungi warga terutama pada akhir pekan dan pada waktu moment pemotretan pre-wedding.

#HutanBambuSurabaya

A post shared by 'Bambusouvenir.com (@bambusouvenir) on

Nah bagi Anda warga Surabaya khususnya dan warga luar Surabaya pada umumnya yang belum pernah mengunjungi tempat ini, Anda patut mengunjungi tempat ini untuk dijadikan destinasi wisata alam baru di kota Surabaya.

Selain baru, Anda tidak akan dipungut biaya untuk memasuki tempat ini alias gratis. Anda hanya akan mengeluarkan uang untuk jasa parkir saja, sepeda motor sebesar Rp.2.000,- dan mobil sebesar Rp.5.000,-

Untuk mencapainya tidaklah sulit, terminal Keputih dapat Anda jadikan sebagai patokan. Lokasi hutan bambu berada seberang taman Sakura yang berada dibelakang terminal keputih. Tepatnya Jl. Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Posted on

Hutan Bambu Lumajang Tetap Terjaga Asri Berkat Mitos Yang Dipercaya Warga.

Hutan Bambu Lumajang terletak di kawasan konservasi Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang hingga kini kondisinya terawat sangat baik. Air jernih melimpah serta tidak ada flora dan fauna yang rusak karena ulah penjarahan warga setempat.

Kelestariannya tetap terjaga tak lepas dari upaya pencegahan pembabatan bambu dan hutan yang dilakukan oleh KPSA (Kelompok Pelestari Sumber Daya alam) yang diketaui oleh Bapak Herry Gunawan sejak tahun 1979.

Saat ini masuk dalam 10 objek wisata favorit kota Lumajang yang perlu dikunjungi untuk melepas kepenatan dan edukasi.

Masuk kedalam area hutan bambu ini akan terasa sejuk sepanjang hari karena terlindungi oleh rimbunan pohon bambu yang menyeruak seperti terowongan.

Sepanjang jalan menyusuri hutan bambu pengunjung dapat berinteraksi dan memberi makan kera-kera jinak, tak hanya itu pengunjung juga bisa melihat tupai, kalong dan kelelawar yang bergelantungan.

Terlihat sangat elok dan jauh dari kesan angker seperti jika anda mendengarnya.

Beredar kepercayaan di kalangan masyarakat setempat bahwa siapa saja yang mengambil bambu dengan dzalim di kawasan tersebut pasti akan tertimpa balak (musibah) bagi dirinya maupun keluarganya.

Sehingga, hutan bambu hingga kini tetap terjaga dan bisa menghasilkan sumber mata air melimpah yang bermanfaat untuk mengairi ratusan hektar sawah penduduk setempat.

Warga sekitar juga meyakini bahwa dengan menjaga hutan ini akan terhindar dari musibah, maka setiap tahun warga setempat menggelar ritual tolak-balak (Syuoran) sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Youtube :

Domas Wijanarko Channel : https://www.youtube.com/watch?v=5EX0nwlp1do