Posted on

Inilah Penjelasan Logis Permainan Bambu Gila.

Bambu Gila adalah kesenian tradisi dari masyarakat Maluku. permainan bambu gila ini memiliki nama asli Baramasewel yang konon sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam dan Kristen di tanah Maluku. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, permainan ini sebenarnya melibatkan kekuatan supranatural untuk menjalankannya, terkadang memakai ritual tertentu.

Cara memainkannya termasuk terbilang mudah, sebatang bambu dengan ukuran lebih kurang 6-7cm dipegang oleh beberapa orang laki-laki dengan kedua tangannya, lalu oleh seorang dukun bambu tersebut diberi mantera dengan cara meniupkan asap pembakaran kemenyan kedalam bilah bambu. Setelah itu baru tampak nuansa magisnya, bambu tersebut terlihat terasa berat hingga orang-orang yang memegangnya berjatuhan ke tanah, seperti ada efek dorongan yang kuat. Bahkan tidak hanya terlihat berat, bambu ini juga akan bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan musik.

Lebih lengkapnya simak video bambu gila berikut :

Ideomotor Phenomenon

Jika dilihat dari video di atas, puncak dari permainan ini adalah bambu bergerak sendiri atau liar tanpa di sentuh, cara memainkannya pun harus di pegang oleh kedua tangan, baru kelihatan gaib nya.

kenapa harus dipegang bambunya? untuk memberikan efek ideomotor, dimana otot-otot motorik para pemain sebenarnya yang menggerakan bambu tersebut seolah-olah terjadi dorongan antara pemain satu dengan yang lainnya. Jadi bisa dikatan bukan sesuatu yang gaib, sang pemain bambu gila telah tersugesti dengan hal gaib ketika memainkan itu. Secara tak sadar atau setengah sadar mereka sebenarnya telah melakukan gerakan kebambu tersebut, itulah efek ideomotor. Selengkapnya Anda dapat mengetahui apa itu efek ideomotor dengan mengunjungi link berikut : https://en.wikipedia.org/wiki/Ideomotor_phenomenon

Pada akhirnya, terlepas apakah Anda percaya atau tidak secara gaib itu akan kembali kepada Anda, namun yang terpenting adalah permainan rakyat ini lestari sebagai kekayaan budaya Indonesia asli, artikel ini hanya membantu mengimbangi dan menjelaskan permainan tersebut dari sisi logisnya.

Posted on

Meriam Bambu, Permainan Rakyat Yang Mulai Memudar.

Memasuki bulan suci ramadhan, identik dengan kembang api dan petasan. Kembang api dan petasan tak lekang oleh zaman, namun di bulan ramadhan ada yang lebih spesifik dari kembang api, yaitu meriam bambu. Meriam-meriam bambu ini biasa dimainkan dikampung-kampung untuk meramaikan suasana dan kegiatan menunggu waktu datangnya berbuka puasa. Di tempat asal bambusouvenir.com (Magelang) meriam bambu ini di sebut “long bumbung”, long (petasan) dan bumbung (bambu), jadi petasan dari bambu.

Meriam bambu ini terbuat dari bambu, biasanya bambu petung yang memiliki diameter lebih besar dari bambu sejenis lainnya dan dengan pangjang bambu sekitar 3 meter yang di lubangi pada sekat-sekat ruasnya sehingga menjadi mirip pipa, namun pada bagian pangkal ruasnya tidak dilubangi, dipertahankan karena nantinya dipergunakan untuk menampung minyak tanah, dan pada bagian atasnya dibuat lubang kecil untuk mengisi minyak dan memasukkan sumbu api.

Adapun cara memainkan meriam bambu ini terbilang cukup mudah, bambu diletakkan horizontal pada posisi kemiringan sekitar 45 derajat. Pada bagian ujungnya diberi landasan sebagai penopang untuk ketinggian. Biasanya disandarkan pada gundukan tanah yang tak terlalu tinggi atau diberi tatakan batu bata. Setelah didapati posisi yang ideal, barulah meriam bambu diisi dengan minyak tanah pada bagian pangkalnya yang telah dilubangi tadi, setelah minyak tanah dimasukkan lalu disulut. Dan efek suara ledakan mulai terdengar.

Permainan meriam bambu ini terbilang memiliki resiko rendah. Resiko yang sering diakibatkan adalah terbakarnya bulu alis atau bagian muka yang lain karena kena uap panas saat meniup lubang sumbu. Namun juga menjadi lebih perhatian jika permainan ini sudah melibatkan benda benda yang di pasang pada bagian moncong meriam. Seringnya yang dipasang adalah kaleng kaleng bekas. Kaleng kaleng ini akan terlempar saat meriam disulut dan meledak. Terlebih jika ditambahkan karbit sebagai bahan ledaknya, dan sudah dapat dipastikan maka efek ledakan akan sangat kuat sehingga menimbulkan suara ledakan yang semakin keras dan itu akan menambah suasana riuh gembira.

Namun sayangnya di masa sekarang, permainan ini sudah jarang sekali ditemukan, anak-anak tak tampak lagi kebersamaanya dalam memainkan permainan ini. Ada kemungkinan saat ini mereka diarahkan oleh orang tuanya ke permainan yang lebih aman dan bersih atau bisa juga karena seringnya ada himbauan dari warga setempat agar tak memainkannya karena merasa terganggu kenyamanannya. Tapi entahlah, berharap permainan ini tetap lestari dan dimainkan.