Posted on

Tsai Lun, Penemu Awal Kertas Dari Bambu

Kertas sekarang menjadi komoditi yang sangat dibutuhkan. Kertas pertama kali ditemukan di negara tirai bamboo, China, sekitar 101 masehi. Tsai Lun yang menemukan kertas yang berbahan dasar pulp (serat) bambu yang sangat mudah ditemukan di seantero China. Itulah kenapa China disebut dengan negeri tirai bambu.

Barulah pada Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp (bahan yang berupa serat yang berasal dari alam) dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Wattdan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghmanmendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan.

Sejalan dengan disempurnakannya proses industri kertas yang berkembang berabad-abad, penggunaan kertas terus berkembang pesat dikarenakan potensinya yang istimewa. Kertas dapat dibuat dari beragam serat, seperti serbuk gergaji, serutan kayu, daun kering, bubuk kayu, kulit jagung, dan sebagainya. Saat ini kertas digunakan untuk tujuan dan fungsi yang tak terbatas.

Selain bahan dasarnya yang variatif ukuran kertas juga variatif, seperti kertas dengan ukuran A-0, A-1, A-2, A-3, A-4; ketebalan kertaspun bervariasi, misalnya: kertas HVS dengan berat 60 gram, 70 gram, 80 gram; kertas karton dengan ketebalan 2 milimeter, 3 milimeter, 4 milimeter dan 5 milimeter.

Di samping itu warna-warna kertas yang tersedia di toko juga sangat beragam, ada kertas yang menggunakan pewarna alam yang bernuansa natural, dan ada pula yang menggunakan pewarna sintetik (kimia) yang kaya warna dengan nuansa yang variatif.

Sebenarnya perkembangan era digital telah banyak mengurangi penggunaan kertas karena jumlah buku semakin sedikit. Namun Faktanya lain,justru banyak bermunculan surat kabar baru yang masih menggunakan kertas sebagai sarana percetakannya.

Terdapat 2 metoda pembuatan pulp kertas dengan proses kimia, yaitu:

1. Metoda proses basa (Termasuk di sini adalah PROSES SODA dan PROSES SULFAT).

Bahan baku yang telah dipotong kecil-kecil dengan mesin pemotong, dimasukkan dalam sebuah bejana yang disebut “digester.”
Dalam larutan tersebut dimasukkan larutan pemasak:
[highlight]- NaOH 7%, untuk proses soda[/highlight]
[highlight]- NaOH, Na2S dan Na2CO3 untuk proses sulfat[/highlight]
Pemasakan ini berguna untuk memisahkan selulosa dari zat-zat yang lain.
Reaksi sebenarnya rumit sekali, tetapi secara sederhana dapat ditulis:
Larutan pemasak
[highlight]Kayu ———————————> pulp (selulosa) + senyawa-senyawa alkohol + senyawa-senyawa asam + merkaptan + zat-zat pengotor lainnya.[/highlight]
Kemudian campuran yang selesai dimasak tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah pulp dan disaring. Pulp kasar dapat digunakan untuk membuat karton dan pulp halus yang warnanya masih coklat harus dikelantang (diputihkan/dipucatkan). Pemucatan dilakukan dengan menggunakan Kaporit atau Natrium hipoklorit. Perlu diperhatikan bahwa, bahan-bahan kimia yang sudah terpakai tidak dibuang, tetapi diolah kembali untuk dipakai lagi. Hal ini berarti menghemat biaya dan mencegah pencemaran lingkungan
Reaksi kimia yang penting dalam pengolahan kembali sisa larutan tersebut adalah :
[highlight]Na2SO4 + 2 C ———————————> Na2S + 2 CO2[/highlight]
[highlight]Na2CO3 + Ca(OH)2 ———————————> 2 NaOH + CaCO3[/highlight]

2. Metoda proses asam (Yang termasuk proses asam adalah PROSES SULFIT)

Secara garis besar, proses sulfit dilakukan melalui tahap-tahap yang sama dengan proses basa. tetapi larutan yang digunakan adalah [highlight]SO2, Ca(HSO3)2 dan Mg(HS03)2[/highlight].

Pembuatan Kertas

Pulp yang sudah siap, diolah dengan bahan-bahan penolong seperti perekat damar, kaolin, talk, gips, kalsium karbonat, tawas aluminium, kertas bekas, zat warna dan lain-lain, untuk kemudian diproses menjadi kertas, melalui mesin pembentuk lembaran kertas, mesin pengeras dan mesin pengering.Karena kertas menggunakan bahan dasar pulp dari kayu maka penggunaannya harus dilakukan sejara bijaksana karena Semakin banyak kita menggunakan kertas berarti kita semakin lebih cepat menyumbangkan kerusakan hutan yang ada di Indonesia bahkan di dunia ini, maka berhemat kertas merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak kerusakan hutan, serta mengurangi dampak pemanasan global. [KotaKitaku-TamanBambuNusantara]