Posted on

Keindahan Tujuan Wisata Baru Omah Bambu New Selo Boyolali Jawa Tengah

Tempat wisata memang tidak pernah ada habisnya. Pasti setiap tempat setiap tahunnya ada saja tempat wisata baru yang dibuka. Entah itu wisata alam, wisata air, wisata kuliner, wisata pantai, wisata air terjuan, dan masih banyak lagi jenisnya. Oemah Bambu Merapi yang letaknya ada di jalur pendakian Gunung Merapi, New Selo, Boyolali, Jawa Tengah, adalah salah satu tempat wisata alam baru yang sedang terkenal sekarang ini.

Wisata Baru Omah Bambu Merapi Boyolali

Tempat wisata Omah Bambu Merapi Boyolali merupakan sebuah tempat tujuan wisata yang belum lama diresmikan dan dijadikan tempat tujuan wisata tepatnya baru diresmikan pada akhir tahun 2016 lalu. Oemah Bambu Merapi atau dalam bahasa Indonesia berarti Rumah Bambu Selo merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang letaknya ada di kaki gunung Merapi tepatnya di awal jalur pendakian Gunung Merapi yang ada di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Di Omah Bambu Merapi Boyolali anda akan disuguhkan dengan rumah besar berbentuk menara-menara pandang yang terbuat dari kumpul bambu yang dibangun tinggi diatas bukit. Dari sana anda bisa melihat pemandangan alam yang hijau dan menyejukkan dari ketinggian rumah bambu tersebut. di sana anda juga bisa sekaligus berfoto-foto karena setiap bangunan memiliki design yang unik dan berbeda-beda. Jadi design menara tersebut berbeda-beda mirip seperti rumah-rumah adat yang lengkap dengan lorong, menara pandang, balkon, dan tempat duduknya. Ada yang seperti tempat berteduh berbentuk segi delapan lengkap dengan atapnya, kemudian ada juga tempat duduk dan tempat nongkrong yang asik lengkap dengan pamandangan alam yang indah dari ketinggian bukit yang disuguhkan untuk anda.

Konstruksi Bangunan Rumah Bambu Merapi

Dulu saat pertama kali di buka pada bulan Agustus 2016 tahun lalu, Rumah Bambu Selo tersebut baru dibangun 2 buah bangunan menara, namun sekarang sudah diperbaharui dan semakin dilengkapi dengan ditambahnya bangunan menara tersebut mejadi lebih dari 15 spot foto dari menara pandang, lorong sampai balkon yang semuanya dibangun dari kumpulan bambu-bambu di lereng gunung Merapi dengan ketinggian sekitar 1.700 mdpl.

Bangunan tersebut semuanya memang terbuat dari bambu yaitu bambu jenis Bambu Petung dan Bambu Apus yang dipasok dari wilayah Mekoro, Ampel. Pembangunannya sendiri juga dilakukan oleh para anggota Sukarelawan Barameru Merapi yaitu oleh Bakat, Setiawan, Jiyo dan Gimar. Mereka juga mengatakan bahwa dari sisi kekuatan konstruksi, Oemah Bambu Merapi mampu menampung 80 hingga 100 orang karena setiap bambu sudah diawetkan dengan suntikan obat pengawet agar bambu tidak mudah dimakan rayap.

Saat ini, Rumah Bambu Merapi sudah rata-rata dikunjungi oleh 80 pengunjung perharinya. Sedangkan jika musim liburan tiba, tempat tersebut bisa dikunjungi oleh hampir 500 pengunjung. Banyak pengunjung yang datang ke tempat tersebut dan kemudian mengabadikan moment-moment mereka di sana dengan kamera dan berfoto-foto. Terutama di spot-spot foto yang ada dan sudah di bangun di tempat tersebut.

Akses dan Fasilitas yang Ada di Omah Bambu New Selo Boyolali

Jika anda tertarik untuk berkunjung ke Omah Bambu Merapi Boyolali, maka anda bisa pergi ke kawasan Gunung Berapi di Belakang New Selo, Dukuh Plalangan, Desa Lencoh yang ada di Kecamatan New Selo, Boyolali, Jawa tengah. Dari sana anda bisa menemukan bangunan berupa rumah-rumah atau gardu pandang yang berada di sebuah lahan seluas 2000 meter persegi yang semuanya dibangun dengan menggunakan bambu. Di dekat tempat wisata tersebut juga sudah dibangun beberapa gazebo yang masing-masing berukuran 3×3 meter, dan juga satu gazebo di aula. Kemudian di antara bangunan gazebo tersebut juga dibangun dua gardu pandang setinggi 10 dan 8 meter.

Di saat cuaca sedang cerah, dari gardu pandang di Rumah Bambu Selo tersebut anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan tujuh gunung yang indah dan sangat mempesona. Gunung-gunung tersebut antara lain adalah gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, Karanganyar, Telomoyo, dan bahkan puncak gunung Slamet juga bisa terlihat.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Omah Bambu New Selo Boyolali, anda hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp.10.000,- perorang. Setelah itu anda bisa bebas berfoto-foto dan menikmati setiap keindahan panorama di sekitar kaki Gunung Merapi. Pihak pengelola rumah bambu tersebut juga menyebutkan bahwa pagi hari dan sore hari adalah saat paling bagus untuk melihat pemandangan yang ada di sekitar kaki gunung merapi. Selain bisa melihat pemandangan matahari terbit dan matahari tenggelam, dari sana anda juga bisa melihat beberapa puncak gunung yang cantik dan hijau kebiruan jika diliat dari kejauhan. Dan yang lebih mengembirakan,tempat wisata tersebut buka selama 24 jam.

Banyak spot-spot foto bagus yang tersedia di bangunan Rumah Bambu Selo tersebut, tapi terkadang anda harus mengantri untuk bisa berfoto jika pengunjung yang sedang berkunjung ke sana sedang ramai. Untuk masalah keamanan anda juga tidak perlu khawatir karena bambu-bambu yang dirangkai dan digunakan untuk membangun bangunan-bangunan tersebut merupakan bambu tua yang kuat untuk digunakan bertahun-tahun. Diantara menaranyapun sudah dilengkapi fasilitas keamanan lain yaitu sudah dipasang jaring sebagai pengaman jika tiba-tiba ada pengunjung yang terjatuh.

Namun tentunya bagi mereka yang takut dengan ketinggian, destinasi wisata Omah Bambu New Selo Boyolali akan sangat tampak menakutkan karena memang dibangun di ketinggian dataran tinggi. Tapi jangan khawatir, karena bagi anda yang takut dengan ketinggian, anda masih bisa berfoto-foto di bagian bawah dengan latar belakang perkebunan, terowongan bambu, jembatan bambu, batu love dan lain-lain. Jadi bagi anda yang tertarik, sebaiknya anda sempatkan waktu anda untuk berkunjung ke tempat wisata baru yang satu ini.

Posted on

Agrowisata Hutan Bambu Jadi Andalan Baru Masyarakat Desa Wisata Penglipuran

Masyarakat Penglipuran adalah masyarakat yang sangat teguh memegang adat istiadat, menjadikan Desa Penglipuran sebagai objek desa wisata yang sangat dikenal oleh masyarakat lokal hingga manca negara bahkan menempati urutan kedua sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi setelah Penelokan.

Tak hanya mengandalkan dari kekhasan budaya-budaya untuk menarik wisatawan, masyarakat dan juga pemerintah setempat serius menggarap sektor Agrowisata hutan bambu sebagai andalan baru untuk menopang perekonomian warga. Bahkan mulai gencar dipromosikan sebagai objek wisata baru.

Hutan bambu yang letaknya tidak jauh dari desa wisata Penglipuran merupakan hutan konservasi yang memiliki berbagi jenis tanaman pohon bambu.

Memiliki luas areal hutan bambu seluas 75 hektar dengan akses jalan setapak sebagai jalan utama penghubung Desa Penglipuran ke Desa sekitarnya. Jalan setapak yang sudah beraspal, juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk membawa hasil tebangan pohon bambu.

Hutan Bambu Penglipuran

Uniknya mengunjungi hutan bambu Penglipuran ini Anda juga sebenarnya belajar bagaimana masyarakat Desa Penglipuran menjaga kelestarian alam, mereka juga menjaga keharmonisan serta keselarasan dengan alam. Jangan harap dengan mudah menebang pohon bambu secara sembarangan dikawasan ini, Untuk menebang pohon bambu harus memperoleh izin dari tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan ini merupakan contoh bagi kearifan lokal.

Memasuki area hutan bambu Penglipuran ini tidak dipungut biaya, sudah termasuk biaya sebesar Rp.10.000,- yang dikenakan saat memasuki Desa Wisata Penglipuran.

Menjadikan hutan bambu Penglipuran sebagai tujuan Agrowisata memang tepat, setelah puas dan kelelahan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan bambu, Anda jangan khawatir akan kekurangan bekal. Masuk ke Desa Wisata, disana tersedia beberapa restoran dan warung makan yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Foto :
https://2.bp.blogspot.com/-6cHRPX8M7Ug/WHupxmeSimI/AAAAAAAAYJU/Gi4J9LA9OjQrFpkpX1lkM7zsats2-Hp1wCLcB/s1600/Bamboo%2Bforest%2Bin%2Bbangli.jpg

Posted on

Kampung Bambu Klatakan, Desa Wisata Setelah Candi Borobudur

Menjadikan Candi Borobudur sebagai tujuan wisata, tak lengkap jika belum mengunjungi Kampung Bambu Klatakan, sebuah Desa wisata berbasis alam pedesaan Bojong yang sampai saat ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh masyarakat Desa Bojong bekerjasama dengan PT. TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan) menjadi destinasi wisata baru.

Ada banyak hal yang dapat Anda pelajari di kampung bambu klatakan nantinya, tidak hanya sekedar berwisata biasa, tapi lebih jauh Anda akan belajar juga mengenai alam, seni dan budaya serta konservasi bambu.

Dari informasi masyarakat setempat, tempat ini dulunya sangat tidak terawat dengan baik dan status lahan hutan bambu merupakan kepemilikan warga. Warga hanya memanfaatkan bambu untuk keperluan bangunan rumah dan pagar saja. Atas inisiasi warga yang mendapat dukungan dari PT. TWCB, kemudian ditatakelola secara baik, sehingga terlihat bersih dan tertata dengan baik.

#KampungBambuKlatakan

A post shared by 'Bambune.com (@bambusouvenir) on

Dilihat dari setiap sudutnya, Hutan Bambu Klatakan ternyata juga telah difasilitasi dengan kursi bambu yang dapat digunakan sebagai tempat santai beristirahat sembari menikmati kesejukan, ketenangan dan keasrian hutan bambu.

Tak hanya sebatas hutan bambu saja yang dapat Anda nikmati di sini, masyarakat setempat juga menjajakan aneka makanan khas Desa Bojong diantaranya ada bubur sayur, jenang, kluban dengan nasi jagung, lemper hingga minuman dari air nira, masyarakat setempat mengenalnya sebagai badeg yang dapat Anda nikmati.

Nah bikin penasaran bukan? mengunjungi tempat satu ini sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu, tempatnya tidak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur, hanya berjarak sekitar 5 KM. Dapat Anda tempuh menggunakan jasa layanan Ojek, Delman ataupun Mobil. Diteruskan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang melewati perkebunan warga untuk mencapai lokasi Hutan Bambu.

Posted on

Hutan Bambu Surabaya, Tawarkan Kesejukan Alam dan Spot Selfie Menarik

Hutan Bambu Surabaya namannya, hutan yang berupa rimbunan pohon bambu ini berada di Keputih Sukolilo, kota Surabaya. Menawarkan nuansa kesejukan alam bagi pengunjungnya dan tempat yang menarik untuk mengisi waktu luang bersama keluarga untuk sekedar berjalan-jalan santai sekaligus berselfie ria.

Menempati arena lahan seluas kurang lebih 100 x 15 meter persegi, hutan bambu terbagi menjadi dua sisi oleh jalan raya. Satu sebelah sisi utara dan satu lagi sebelah sisi selatan yang sekaligus menjadi satu dengan taman sakura, dahulu dikenal dengan taman Harmoni.

Tempat ini dulunya merupakan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah, kemudian oleh Pemkot Surabaya dialihfungsikan menjadi lahan hijau berupa hutan bambu dan taman Sakura.

Dari informasi masyarakat sekitar, sejak tempat ini terbuka untuk umum, hutan bambu Surabaya sangat ramai sekali dikunjungi warga terutama pada akhir pekan dan pada waktu moment pemotretan pre-wedding.

#HutanBambuSurabaya

A post shared by 'Bambusouvenir.com (@bambusouvenir) on

Nah bagi Anda warga Surabaya khususnya dan warga luar Surabaya pada umumnya yang belum pernah mengunjungi tempat ini, Anda patut mengunjungi tempat ini untuk dijadikan destinasi wisata alam baru di kota Surabaya.

Selain baru, Anda tidak akan dipungut biaya untuk memasuki tempat ini alias gratis. Anda hanya akan mengeluarkan uang untuk jasa parkir saja, sepeda motor sebesar Rp.2.000,- dan mobil sebesar Rp.5.000,-

Untuk mencapainya tidaklah sulit, terminal Keputih dapat Anda jadikan sebagai patokan. Lokasi hutan bambu berada seberang taman Sakura yang berada dibelakang terminal keputih. Tepatnya Jl. Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya.