Posted on

Kampung Bambu Klatakan, Desa Wisata Setelah Candi Borobudur

Menjadikan Candi Borobudur sebagai tujuan wisata, tak lengkap jika belum mengunjungi Kampung Bambu Klatakan, sebuah Desa wisata berbasis alam pedesaan Bojong yang sampai saat ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh masyarakat Desa Bojong bekerjasama dengan PT. TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan) menjadi destinasi wisata baru.

Ada banyak hal yang dapat Anda pelajari di kampung bambu klatakan nantinya, tidak hanya sekedar berwisata biasa, tapi lebih jauh Anda akan belajar juga mengenai alam, seni dan budaya serta konservasi bambu.

Dari informasi masyarakat setempat, tempat ini dulunya sangat tidak terawat dengan baik dan status lahan hutan bambu merupakan kepemilikan warga. Warga hanya memanfaatkan bambu untuk keperluan bangunan rumah dan pagar saja. Atas inisiasi warga yang mendapat dukungan dari PT. TWCB, kemudian ditatakelola secara baik, sehingga terlihat bersih dan tertata dengan baik.

#KampungBambuKlatakan

A post shared by 'Bambune.com (@bambusouvenir) on

Dilihat dari setiap sudutnya, Hutan Bambu Klatakan ternyata juga telah difasilitasi dengan kursi bambu yang dapat digunakan sebagai tempat santai beristirahat sembari menikmati kesejukan, ketenangan dan keasrian hutan bambu.

Tak hanya sebatas hutan bambu saja yang dapat Anda nikmati di sini, masyarakat setempat juga menjajakan aneka makanan khas Desa Bojong diantaranya ada bubur sayur, jenang, kluban dengan nasi jagung, lemper hingga minuman dari air nira, masyarakat setempat mengenalnya sebagai badeg yang dapat Anda nikmati.

Nah bikin penasaran bukan? mengunjungi tempat satu ini sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu, tempatnya tidak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur, hanya berjarak sekitar 5 KM. Dapat Anda tempuh menggunakan jasa layanan Ojek, Delman ataupun Mobil. Diteruskan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang melewati perkebunan warga untuk mencapai lokasi Hutan Bambu.