Posted on

Konstruksi Rumah Tahan Gempa Dari Bambu

Gempa bumi yang terjadi di Indonesia merupakan suatu fenomena alam yang tidak dapat dicegah dan diprediksi kejadiannya. Rata-rata terjadi dalam kurun waktu relatif singkat yang biasa disertai dengan gempa-gempa susulan.

Kerugian yang diakibatkan dari terjadinya gempa bumi tidaklah sedikit jumlahnya, baik kehilangan harta benda maupun korban jiwa.

Namun kerugian dan banyak jatuhnya korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa bumi dapat diantisipasi dan dikurangi dengan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa dan tidak mendirikan bangunan di atas atau di bawah tebing.

Dikutip dari laman resmi kementerian ESDM, terdapat 19 daerah yang rawan terjadinya gempa di Indonesia, yaitu Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung dan Banten, Jawa Barat Tengah Bagian Selatan, Jawa Timur Bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah-Palu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua Utara, Kalimantan Selatan Bagian Timur dan Sangata.

Bangunan Tahan Gempa

Bangunan yang didirikan pada daerah rawan gempa sebaiknya didesain kuat, sesuai dengan kontruksi bangunan yang benar berdasarkan perhitungan.

Jika terjadi gempa ringan maka bangunan tidak boleh mengalami kerusakan pada komponen non-struktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dsb) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dan sebagainya).

Jika terjadi gempa sedang bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak.

Jika terjadi gempa besar bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya dengan prinsip jiwa penghuni bangunan harus tetap selamat, artinya sebelum bangunan runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ketempat aman.

Konstruksi Rumah Bambu

Pada dasarnya semua material yang digunakan untuk membuat bangunan dapat didesain kuat terhadap gempa, namun dengan menggunakan material bambu akan mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu yaitu biaya konstruksi murah, masa konstruksi yang singkat, dapat dipelajari dan dibuat sendiri, hanya dibutuhkan peralatan yang sederhana untuk membuatnya dan merupakan material yang dapat diperbarui

Sebaiknya bambu yang digunakan adalah bambu yang telah berumur tua, sudah diawetkan dan dalam keadaan kering.

Jenis bambu yang bisa dipakai untuk bangunan adalah jenis bambu betung (Dendrocalamus asper). Berdinding tebal dan memiliki diameter yang dapat mencapai lebih dari 20 cm. Dapat tumbuh hingga lebih 25 meter. Banyak digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan dan juga untuk keperluan reng/usuk bangunan.

Jenis bambu kedua adalah bambu hitam/wulung (Gigantochloa atroviolacea). Diameter dapat mencapai 14 cm dan tinggi lebih dari 20 meter. Juga banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan perabotan karena relatif lebih tahan terhadap hama.

Jenis bambu ketiga adalah bambu apus/tali (Gigantochloa apus). Berdiameter antara 4 hingga 10cm dan banyak digunakan sebagai komponen atap dan dinding pada bangunan.

Berikut disertakan beberapa gambar untuk membuat konstruksi rumah tahan gempa dari bambu yang dapat digunakan.

Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu
Konstruksi Rumah Bambu

Prinsipnya rumah bambu tahan gempa harus dibuat dengan ketentuan rumah bambu didirikan di atas tanah yang rata, pondasi dan sloof (sloof diangker ke pondasi di setiap jarak 50- 100 cm) mengelilingi denah rumah, Ujung bawah kolom bambu masuk sampai pondasi, diangker dan bagian dalam ujung bawah kolom diisi dengan tulangan dan mortar, elemen dinding yang berhubungan dengan sloof atau kolom harus diangker di beberapa tempat, Di ujung atas kolom diberi balok ring yang mengitari denah bangunan, elemen dinding juga harus di angker dengan balok ring tersebut. Bila ada bukaan dinding seperti angin-angin, jendela dan pintu, harus diberi perkuatan di sekeliling bukaan tersebut.

Semoga artikel ini menambah manfaat, setidaknya menambah literatur perbambuan di Indonesia. Silahkan dikoreksi jika ada kekeliruan atau dapat ditambahkan untuk melengkapinya melalui form komentar atau email ke bambusouvenir@yahoo.com

Sumber rujukan :

http://esdm.go.id/berita/geologi/42-geologi/6737-19-wilayah-indonesia-rawan-tsunami-masyarakat-diminta-waspada.html
http://www.academia.edu/7832872/Perencanaan_Bangunan_Rumah_Sederhana_Tahan_Gempa
https://jakonbanten.wordpress.com/rumah-tahan-gempa-dari-bambu/